Yanti - Peter. J. Round

Blog EntrySi GuK-GuKJul 14, '08 11:52 PM
for everyone
" I'm on my way now, c ya soon ". itu yang ku bilang pada Pete saat janjian ketemu di depan kantornya. Baru saja HP-ku mendarat mulus di dasar tas, tiba2 : " GUK GUK GUK", tepat didekat pagar disamping, berdiri si guk2 setinggi pinggang yang khusus menggonggong untukku, mengingat hanya sayalah satu2nya pejalan kaki saat itu. aduh!!!selain kaget tentunya saya ketakutan setengah mati soalnya seumur2 baru kali ini digonggong anjing segede gitu, untungnya si guk2 ada dibalik pagar yang tinggi.
 
Sebenarnya itu bukan kejadian pertama digongong anjing , hanya saja sebelum2nya, selalu jalan bersama Pete so perasaan takut tidak ada sama sekali. Tentu saya bertanya pada Pete kenapa anjing disini agresif2, tau apa jawabnya ? "well, to keep ' ASLI ' away ". OMIGOD, so rasict, don;t u think ? dulu saya sempat berpikir jangan2 anjing disini rasis sama saya, yah, soalnya kulit saya kan turn to be gelap sejak di Darwin
 
Ah, lega setelah tau kalo memang anjing peliharaan disini rata2 agresif dan kadang galak sekali soalnya tetanggga didepan unit punya guk2 jenis terrier, yang menggonggong tiap kali ada pejalan kaki yang lewat didepan unitnya, tidak peduli orang yang lewat kulit putih kek, kulit hitam kek, semuanya digonggong dengan bringasnya! padahal ini anjing imut2 loh . tapi gonggongannya donk, ganas .
 
Paling heboh, Jika ada pejalan kaki yang jalan dengan anjingnya, haduh !!! dari ujung ke ujung, para anjing ini saling menggonggong sahut2an, ditambah lagi , anjing yang lagi dibawa jalan2, balik menggonggong, maka ramailah pagi yang cerah itu dengan gonggongan anjing .
 
Bulan lalu ada surat pembaca dikoran lokal yang membahas soal pet yang agresif ini. menurut beliau, tidak heran rata2 guk2 disini agresif karena pemiliknya jarang membawa mereka keluar jalan2 agar terbiasa bersosialisasi dengan mahluk lain selain tuannya. yeah, mungkin ada benarnya juga atau mungkin pula sang pemilik sengaja melatih peliharaannya untuk galak dan beringas 
 
saking muaknya di gonggong, Pete sengaja beli pestol2an air, so far, baru sekali pestol mainan ini dipake
 
Anyway, selain hal2 yang menyebalkan diatas soal guk2 disini, pernah sekali saya merasa terbantu dengan keberadaan mereka. waktu itu dengan pedenya saya mengambil jalan yang lain untuk ketemu Pete didepan tempat kerjanya setelah hampir 3 jam nginet dikampus. ah, sepanjang perjalanan, tidak henti2nya saya digonggong anjing yang besar2 dibalik pagar. rupanya tiap unit dijalan itu punya anjing.. hm, baru ngeh kalo saya pasti salah jalan soalnya rute yang biasanya saya jalani dengan Pete, bersih dari gongongan anjing.
 
 

Blog EntryWarNa-WarNi DARWINJun 9, '08 11:42 PM
for everyone

jika bukan karena suami saya,manalah saya tahu kalau darwin adalah wilayah australia yang terdekat dari Indonesia !saking dekatnya,sampai2 cuaca disini tidak beda jauh dari makassar atau kuta misalnya. musimnya juga hanya 2, kering dan penghujan.so, saat packing dulu,hunting baju dingin tidak diperlukan sama sekal :-)

alhamdulillah,urusan dengan imigrasi australia berjalan lancar saat masuk  darwin pertama kali. walaupun sempat tegang dan nervous dibagian customs, apalagi saat petugasnya mengecek kalung yang anti maros berikan, yang hiasannya bug yang diawetkan.mungkin pengaruh tegang,dengan refleks dan serius saya menjawab : 'no, no,not me', dengan intonasi ketakutan saat petugasnya bertanya : 'did you catch it by yourself' ? hehe, padahal si petugas sebenarnya bermaksud bercanda loh. baru nyadar saat Pete tertawa:-).

karena tiba tengah malam, tidak ada apa2 yang bisa diliat dari perjalanan airport ke unit. barulah saat bangun keesokan harinya, saya sempat mengira saya sedang berada di biak, soalnya suasana disekitar unit kami begitu mirip dengan biak yang saya kunjungi 5 tahun lalu. walau unit kami berada tepat di jalan poros, tetapi kendaraan yang lewat tidak banyak. baru nyadar kalau sebenarnya saya tinggal agak di luar kota alias suburb.:-). yah, sekitar 30 menitlah dari city center dengan bus.no.10 dan 45 menit dengan bus.no.4 soalnya ni bus muter2 dulu sebelum ke city center.

city center darwin ? ah, tidak beda jauh dengan singapur, tratur dan bersih serta gedung pencakar langit dimana-mana.

hari kedua disini, dengan bekal secarik map yang dirobek dari buku tlp tua, taken bus.no 10 tujuan city center guna melaporkan diri di konsulate R.I. inilah pertama kalinya saya naik bus sendirian. banyak hal yang bisa diliat dan dinikmati saat ber-bus ria sendirian.
suatu hari, dari Charles Darwin Univ, saya ingin ke Asian Imporium, ternyata saya salah naek bus, beruntung wanita bule yang duduk disamping saya dengan baik hatinya menunjukkan arah yang benar.
hari lain, saat harus  ke city center untuk melaporkan perubahan alamat saya kepada DIAC AUS. di bus, lagi2 saya duduk bersisian dengan ce bule yang pacarnya tepat duduk dibelakangnya. haduh mak, tanpa pusing dengan keadaan bus yang penuh, 2 sejoli yang kasmaran ini tidak henti2nya ciuman. sebenarnya ingin sekali rasanya curi2 pandang liat mereka ciuman,hehe,tapi takut di jambis:-).
yang tidak terlupakan, adalah saat saya naik bus untuk pulang kembali ke unit. di bus stopping saat itu, ada 5 orang lain yang menunggu bus selain saya. saat sebagian dari kami sudah membayar pada driver dan baru  mau mencari tempat duduk, ternyata 8 orang aborigin yang duduk dibangku depan dan rupanya masih berada dalam pengaruh alkohol, juga ingin turun lewat pintu depan.karena tidak mau bersiprokan, mereka ingin penumpang yang baru naik untuk turun kembali supaya jalan mereka tidak terhalang. uh, saya yang sudah kadung naik, malas untuk turun kembali, jadi saya cuman menarik badan saya agak kebelakang untuk memberikan jalan pada mereka. saat itulah, salah satu ibu aborigin di kelompok itu,memegang lengan saya dan bilang; ' kalau kamu, tidak perlu turun manis'. hehe. ah, lucu rasanya, so, saya cuman bisa tertawa liat ibu itu yang sambil terkekeh-kekeh dan membelai-belai lengan saya melanjutkan ; "I love you darling, I love baby", begitu katanya berulang - ulang pada saya.hm, mungkin karena masih berada dalam pengaruh alkohol jadi itu ibu mengira saya turunan aborigin yang berdarah asia kali. haha.



Blog EntryHART'S WARApr 29, '08 6:28 AM
for everyone


Hart’s war boleh dibilang satu-satunya pilem bersetting perang yang saya suka. Bukan karena pilem ini dibintangi oleh si ganteng Colin FarrelL dan si Macho Bruce Willis yang bikin hati saya terpaut, tapi lebih dikarenakan alur ceritanya yang memikat.

Sinopsisnya ? simak deh disini :

http://www.rottentomatoes.com/m/harts_war/#synopsis

Saking kesemsemnya dengan pilem ini, sampai - sampai saat itu saya rela tidur jam 2. 30 pagi hanya untuk tahu endingnya bagaimana, soalnya pilem ini 
diputar jam 12 malam dibioskop Tranz TiPi, padahal esoknya saya harus bangun pagi loh
ke sekolah.

Walopun critanya memikat, namun saya shock sekaligus bete abis liat endingnya ! bukan apa-apa, sudah bela-belain nahan kantuk, hanya untuk menyaksikan McNamara ( Bruce Willis ) ditembak mati oleh Col. Nazi itu, BETE kan ?!?haha.
Asumsi saya sebelumnya, “ tidak mungkinlah tokoh Bruce Willis dimatikan soalnya dia kan termasuk tokoh sentral pilem itu. Masih saja saya berpikiran positif saat si col .Nazi itu mengokang senjatanya ke McNamara ( Bruce Willis ), “pastilah sebentar lagi akan datang bala bantuan yang menyelamatkan dia”. Begitu pikiran saya, Eh, taunya hasilnya tetap saja sama, McNamara ditembak mati saat mengiyakan tuduhan col. Nazi itu.

Moral of this film ? hm, sepertinya pilem ini banyak bercerita soal pengorbanan dan kehormatan. Lincon, Hart dan McNamara rela mengorbankan diri untuk menyelamatkan yang lain.

Adegan terkeren ? saat para tahanan berbaris membentuk formasi POW ( Prisoner of war ) agar pesawat2 sekutu tidak salah mengebom.

Lucky me, untunglah saat ngajar keesokan harinya, ngantuk tidak datang menyerang, hanya menguap yang setia menyapa.hehe.












Blog EntryViSa TiMeLiNe :Mar 21, '08 6:25 AM
for everyone
1. 11 Feb 2008 : Lodge Application in AVAC – BALI
2. 12 Feb 2008 : DIAC – JAKARTA received my AppLicatioN
3. 15 Feb 2008 : AfTer Assessment has been made for my ApPlication, DIAC decided NO InTervIew For Me.
4. 18 Feb 2008 : Done Medical Check Up @ RS. SteLLa Maris Makassar.
5. 19 Feb 2008 : Sending an additional Docs to DIAC JAKARTA via AVAC BALI.
6. 22 Feb 2008 : DIAC JKT received my Additional docs.
7. 28 Feb 2008 : DIAC JKT received the result of My MedCheck.
9. 29 Feb 2008 : DIAC JKT sent the result of MedCheck to Health Operation Centre  Australia
10.19 Mar 2008 : Received PRE- VISA GRANT LETTER from My CO
11.25 Mar 2008 : I have to send my passport and additional docs within 28 days ahead 2 DIAC-JKT via AVAC-BALI, Besides, I’ve advised them to get the Visa Evidenced in Bali since closest from Makassar.
Visa Granted ?? : Wait till I get the Visa EvideNced in my PassPort
12. 1 April 2008  :                 VISA  IS GRANTED.

Sooooo  Happy.......








Blog EntryRaGaM BaHaSaMar 17, '08 12:14 AM
for everyone
Sabtu, 15 Maret 08, pantengin Trans 7 nonton acara favoritku, Koper & Ransel. Hostnya si ganteng Joe Richard dan si cantik Andrea?. Kali ini giliran Singapore yang diubek- ubek oleh mereka. Joe Richard jalan ala ransel sedang Andrea ala Koper. Nah, ada scene si Joe minta izin duduk disebelah co yang lagi makan sendirian, share table,gitu. Dengan bahasa Inggrisnya yang bagus, si Joe kurang lebih bilang gini ke co itu : Can I sit here ? . Dengan antengnya co yang disapa Joe kemudian menjawab : “Monggo Mas, duduk aja”. Hahaha. Jauh2 ke Singapore, ketemunya orang jawa juga. Daku dan adekku yang nonton, ngakak abis liat tuh scene, jadilah flash back lagi ke pengalamanku dan suamiku bulan lalu di Sing dan Msia.

Di TS Hotel, kala itu yang ada di front desk, ibu setengah baya. Kebetulan suamiku mo tanya apa kami bisa booking in front, kamar untuk jumat nanti sepulang dari Msia. Pertama suami ngomong English agak cepat, karena si ibu keliatan bingung jadi suami coba ngomong lambat, kurang lebih 10 menit suami coba memberi pengertian pada si ibu kalau kami mau booking in front, tetap saja ni ibu tidak ngerti2 perkataan suamiku yang udah nampak putus asa menerangkan maksudnya dengan simple English. Akhirnya si ibu noleh ke aku dan tanya : “Malaysia ke “?. “Bukan, Indonesia,” kubilang. “ Tolonglah di translate Mister bilang apa” kata si ibu lagi. Aduh mak, mo ketawa rasanya saat itu juga. Koq ngak dari tadi yah ngomong melayunya, kesian kan suamiku sudah capek2 gitu tanyanya. Mungkin kami juga yah yang salah, soalnya selalu berpikir kalau smua orang singapur pasti lancar Englishnya.

Di Malaysia lain lagi, biar kata saudara serumpun tapi bahasanya agak2 membingungkan buat saya yang belum pernah bertemu langsung dengan Malaysian. Biar begitu, kadang mau tidak mau daku harus bertanya pada orang lain kalau kami mulai lost di jalan, yang susah, saat orang tempat daku bertanya menunjukkan mimik bingung akan pertanyaanku. Kalaupun orang itu menjawab, yang puyeng justru aku, bingung menerjemahkan ni orang ngomong apa yah.haha.








Blog EntryTwInS FLiP FLoPFeb 28, '08 11:13 PM
for everyone
Bukan, gambar disamping bukan iklan sandal dan kaki2 yang make sandal itu, bukan kaki2 model.haha, melainkan kaki saya dan sobat saya semasa kuliah dulu, Ani. Inisial nama lengkapnya sih, HH tapi doi lebih popular di panggil Ani Buton untuk membedakan doi dari Ani2 yang lain.

Sampai sekarang, masih saja senyum2 sendiri tiap kali ingat cerita dibalik sandal kembar kami. Waktu itu, setelah Shalat Magrib, Kami berdua  ke Centro dari Poppies 2. di tengah jalan, saya tersandung dan tali pengait sepatu sandal saya  yang bagian belakang terputus, untunglah  bagian depan masih melekat dengan kuat jadi sepatu sandal saya masih bisa dipakai. 100 meter sebelum Centro,  rasanya saya  menginjak sesuatu di depan saya, dan yang saya injak itu bunyinya agak keras. Ani yang berjarak 2 langkah didepan saya, tiba2 berhenti dan bilang gini : “ Yan, kenapa toh tapak kaki kananku dingin sa rasa “. Masya Allah, baru ketahuan kalau yang saya injak  itu, sepatu sandal Ani yang baru dia beli tadi pagi. Parahnya, Sepatu sandalnya yang bagian kanan itu, PaTaH jadi dua akibat injakan saya !!!!. haduh, benar2 kejadian yang konyol dan bikin saya terbahak2, untungnya, instead of getting angry, Ani juga ikut2an terbahak2 bersama saya sampai2 pak sekuriti di resto sebrang meliat kami keheranan.

Nah, Karena itulah, sampai di centro, langsung deh hunting sandal murmer   yang kebetulan kembar, cuman beda warna doank. Supaya tidak salah pake, Ani pilih  hitam dan saya taken yang biru. Keren nda flip flop kami ? hehe.




Blog EntryShOrT tRiP bUt FuN tHoFeb 22, '08 10:40 PM
for everyone
 Feb 2008

Cuaca mendung saat Istri tiba di Bandara Hasanuddin Makassar. Lion yang seharusnya terbang jam 9 pagi, delayed 2 jam !
Begitu juga di Soekarno Hatta, transit disini 6 jam bo! Parahnya, terminalnya saat itu, mirip bener dengan terminal bus yang sesak dengan penumpang .
Well, At last, Segala capek dan lelah akhirnya terbayar saat bertemu kembali dengan Suami yang dengan setia menunggu di Bandara Hang Nadim Batam selama 5 jam!Poor Suamiku sayang,I Love You So Bad

3 Feb 2008

Esoknya perjalanan di mulai dari Pelabuhan Sekupang / Batam Center, dengan beli tiket seharga SIN $ 27 / orang pulang pergi.
Untung,  buku  nikah  tidak lupa di bawa, karena Istri 2 kali  harus  nunjukin  buku nikah sama bapak petugas. Sekali di Batam dan sekali lagi pada Petugas Imigrasi Spore di HarbourFront.
Dari HarbourFront, naik MRT dan turun di Little InDia cari penginapan. Kesian liat Istrinya ngos2an jalan nyeret2 koper, akhirnya diputuskan, Istri menunggu barang sementara Suami cari penginapan.
30 menit kemudian Suami kembali dengan berita bagus. Akhirnya dapat kamar di Hotel Tai Seng, di Jalan Besar. Price ? SIN $ 50 / Night. Kamar ? so tiny.
Jam 7 malam keluar cari makan. Agak heran koq banyak sekali India atau sebangsanya yang ngumpul2 di depan Resepsionist dan sepangjang lantai 1.
Perjalanan ke Mustafa Center juga penuh orang India. Semua jenis orang India bisa dilihat disini, dari yang hitam legam sampai yang putih bersih, dari yang kurang tampan sampai setampan Hitrik Roshan, malah yang lebih tampan dari Hitrik banyak Lho hehe, lumayan kan bisa cuci matahaha.

4 Feb 2008

Ternyata, Jalan Besar dekat dengan Arab St, jadilah bfast di salah satu warung disana. Dari Arab St, Jalan lagi ke Bugis Street, sekalian Lunch di New Bugis Food Village.
Setelah perut terisi, kembali jalan dan visited National Museum of Singapore, admission for adult SIN $ 10 / each. Wah, museumnya benar - benar keren loh dan luasss sekali, sounds kampungan ? well, maklumlah, belum pernah berkunjung ke museum yang sebesar ini seh.
Dari Museum, jalan ke Fort Canning Hill, Suami ingin sekali melihat The Battle Box. Di The Battle Box, kita bakal di bawa masuk ke bunker tempat pasukan Inggris berlindung dan menyusun strategi menghadapi serangan Jepang di jaman perang dulu. Jepang hebat yah, sampai2 pasukan Inggris menyerah kalah waktu itu dan Singapore jatuh ke tangan mereka. kebetulan, kejatuhan Spore ke tangan Japan sama dengan tanggal lahir Istri, 15 Februari . walaupun tidak lama kemudian Jepang mengaku kalah saat Hirosima dan Nagasaki di bom. Admission ? sori lupa .
Daerah Fort Canning Hill dekat dengan Stasion MRT Dhoby Ghaut, so Suami Istri naik MRT menuju China Town. Nothing special sih di CT ini. Hanya saja sempat singgah di People 's Park Mall ( lantai 2 ) dan nemu kue lapis yang enak disini, jadinya ingat kue lapis di Makassar

5 Feb 2008

Selain dekat dengan Arab St, Jalan Besar ternyata dekat pula dengan Queen St Bus Stand. Suami Istri sudah putuskan malam sebelumnya kalau besok akan ke Melaka ( Malaysia ) dengan bus. Bagi penumpang yang ke Melaka, nantinya akan di transfer ke kendaraan yang lain karena bus ternyata akan membawa penumpang ke Kuala Lumpur. Syukur Alhamdulillah, tidak ada kesulitan berarti saat melewati Customs kedua negara. Hanya saja, Suami agak kaget waktu masih di bus dan masih berada diwilayah Spore, Istri menawarkan Permen Karet. Suami kaget koq bisa2nya Permenku lolos masuk Spore. Yah, kan cuman 1 pak doank sayang. hehe.
Akhirnya tiba jua di Melaka Sentral. Peta Melaka yang lengkap bisa diperoleh di Pusat Pelancongan Melaka. Sayangnya kami kehabisan, oleh petugasnya, disarankan pergi ke Jalan Bendahara di Kantor Pusat mereka, dengan bas no. 17.
Di Bas, ternyata, banyak juga turis seperti kami. Karena tidak punya Peta, ikut2anlah Kami turun saat smua turis itu turun di depan bangunan yang agak2 kuno. Ternyata banyak abang becak disitu, yah,naik becaklah kami cari penginapan, akhirnya dapat juga rumah tumpangan ( hotel ) di Chong Hoe hotel, Jalan Tukang Besi. Well, dari selayang pandang sih, Melaka mixture of kota modern dan kota kuno. Suasana sore itu bener2 menyenangkan.

6 Feb 2008

Hari ini hari kunjungan Museum. Pertama ke Museum Samudra I dan II, Museum Etnography dan History of Malaka, dan terakhir Museum Islam Melaka. Karena belum puas, kembali mendaki Bukit St. Paul untuk melihat reruntuhan gereja Katolik diatas bukit!aduh Mak, bener2 betis Istri rasanya super duper pegal karena jalan keluar masuk museum plus mendaki bukit.Tapi pemandangan kota Melaka indah loh dari atas bukit.
Malaka hari ini so hot, beda sekali dengan kemarin. Mungkin karena kemarin Kami tiba sore hari jadinya panas sudah nda terasa lagi.
Malamnya, jalan2 di Jonker Street yang malam itu penuh dengan berbagai macam dagangan , dari makanan sampai junk2. Makan sate dan ketupat disalah satu stand makanan, rasanya ? not bad koq, malah mengingatkan Istri dengan penjual sate langganannya di Makassar.

7 Feb 2008

Ambil bas( bus ) didepan Museum Etnography untuk kemudian beli tiket bus di Melaka Sentral menuju ke Johor Baru. Butuh 3 jam dari Melaka untuk sampe ke Terminal Bus di Johor. Sebenarnya Tujuan Suami Istri di Johor adalah Sabana Resort, tempat kapal temen Suami, George, ditambat.
Untuk mencapai Sabana Resort, dari terminal bus Johor harus ngambil bus penumpang yang ke Kota Tinggi. tidak ada lagi bus ac, yang ada hanya bus seperti bus damri di Makassar yang sarat dengan penumpang, siapa cepat naik, dia yang dapat tempat duduk. Setidaknya, Istri harus berdiri di bus selama 30 menit sebelum penumpang yang duduk dekat Istri turun, lega akhirnya bisa duduk. Suami ? saat ada bangku kosong didekatnya, doi cuman bilang lebih suka berdiri.Poor Suamiku sayang, doi kurang mengantisipasi kalau ke Kota Tinggi dari terminal bus, butuh waktu 3 jam! alhasil, Suami berdiri terus di bus selama 3 jam. Mungkin perjalanan dari terminal JB ke Kota Tinggi tidaklah selama itu dihari2 biasa, soalnya bus yang kami tumpangi terjebak macet beberapa kali, kayaknya banyak kecelakaan itu hari. duh, lega sekali saat tiba di Terminal Kota Tinggi, walaupun perjalanan belum berakhir, ternyata masih butuh waktu 1 1/2 jam by taksi ke Sabana Resort.
Oh My God, lega sekali rasanya saat sampai di Sabana Resort dan bertemu dengan George dan Wendi. Kami nginap di Kapal George. Kapal George sih dari luar tidak tampak terlalu besar, nyatanya, di dalam kapal, ada 2 kamar tidur, toilet,ruang makan dan dapur tentu saja.
George juga orangnya kocak . Wendi ? PHilis yang ramah deh.

8 Feb 2008

Pukul 9 Pagi, dari Sabana Resort berangkat dengan Feri kembali ke Spore. Di tengah2 perjalanan, Feri sempat di stop sama Police Coast Guard Spore, haduh, sempet mengira kalau Aku yang mau di periksa ,nyatanya The Police cuman cek daftar penumpang doank dan langsung meloncat kembali ke kapalnya. Gila bo, The Policenya keren loh.hehe.
Sampai di Tanah Merah Fery Terminal, kesannya petugas Imigrasi disini mukanya galak2 , tak ada senyum sama sekali.
Dari Tanah Merah Fery Terminal, naik Bus ke stasiun MRT. Kembali lagi nginap di Hotel yang sama, sukurnya, kamarnya agak lebih besarlah dari kamar sebelumnya. Kembali lagi jalan ke Bugis Street. Pulang dari Bugis, lagi2 tangga menuju resepsionist dipenuhi dengan orang2 India. baru 'ngeh' kalau hotel ini pasti menyewakan juga kamar 'short time' haha. Suami sih cuman bilang gini : 'don;t u c the sign outside ?'.
Agak sorean, barulah ke Mustafa Center , haduh, Mustafa penuh sesak dengan orang-orang. Sebelum balik ke Hotel, singgah dulu di warnet buat donlot form Visa yang Suami mesti isi. Otomatis Kami tidak tidur sampai jam 2 malam karena Istri sibuk packing dan Suami ngisi formnya.

9 Feb 2008

Waktu berpisah akhirnya tiba jua.
Tiba jam 10 teng di HarbourFront, bayar tax SIN $ 16 di Counter Pinguin sebelum diberi boarding pass. Sedih Sedih dan Sedih saat harus berpisah dengan Suami.Suami cuman bilang gini : " Don't be cheeky " waktu pelukan dan Liat Istrinya nangis, pura2 tegar kali yah.hehe.
Jam 10 tiba di Sekupang / Batam Center dan cuman 30 menit by taxi ke Bandara Hang Nadim. Mungkin, cuman 20 menit saja di Bandara, karena Lion ternyata mengikutkan Istri di pesawat yang 20 menit lagi boarding menuju Jakarta.
Sekali lagi, boring di Soekarno Hatta nunggu pesawat ke Bali yang baru berangkat jam 17.00!. Untunglah, Bandara sudah kembali normal, tidak semrawut lagi seperti minggu lalu.
Tiba di Bali jam 7 Malam. Lucunya, bagasiku sudah ada di bagian lost dan found, Petugasnya langsung nebak, kalau aku pasti penumpang transit.
Yah, agak lega setelah tiba di Bali, at least, sudah pernah kemari sebelumnya jadi tidak masalah lagi tidur sendirian. lagipula, besoknya, AnI, sobat semasa kuliah di Unismuh dulu bakal joint denganku.
oh Yah, ke Bali ini untuk Lodge Visa di AVAC BALI . Wish me Luck Yach. Doakan semoga Visa Istri cepat keluar, so, bisa segera kumpul dengan Suami Tercinta di DARWIN, AMIN.








© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.